Kamis, 24 Maret 2011

Hukum Tertib Kosmis (DHAMANIYAMA)

SEKALIPUN Dhamma mengajarkan bahwa Kamma adalah sebab utama dari berbagai macam keadaan di dunia ini, ini bukanlah satu fatalisme (menyerah kepada keadaan dan berputus asa) maupun nasib tertentu yang sudah digariskan untuk seseorang atau makhluk.
Hukum Kamma hanya merupakan satu dari dua puluh empat sebab (paccaya 24) atau salah satu dari Panca Niyama (Lima Hukum) yang bekerja di alam Semesta ini, dan masing-masing merupakan hukum sendiri.
Hukum-hukum dimaksud adalah :
1. UTU NIYAMA
Utu niyama adalah hukum universal tentang energi yang mengatur ternentuk dan hancurnya bumi,planet, tata surya, tempertur, cuaca, gempa, angin,ombak, panas matahari, bencana alam/ semua yang berhubungan dengan energi. beberapa sutta dalam tripitaka menyebutkan tentang alam semesta, kejadian bumi dan manusia serta kehancuran bumi. alam semesta disebutkan dalam Ananda Vagga (Anguttata Nikaya) juga dalam Mahaprajnaparamita Sutra. kejadian bumi dan manusia banyak disebutkan dalam Digha Nikaya (Aganna Sutta, Patika Sutta, Brahmajala Sutta) sedangkan kehancuran bumi banyak disebutkan dalam Anguttara Nikaya seperti dalam Sattakanipata
Hukum "physical inorganic" misalnya : gejala timbulnya angin dan hujan yang mencakup pula tertib silih bergantinya musim-musim dan perubahan iklim yang disebabkan oleh angin, hujan, sifat-sifat panas dan sebagainya.
2. BIJA NIYAMA
Hukum tertib tumbuh-tumbuhan dari benih dan pertumbuhan tanam-tanaman, misalnya padi berasal dari tumbuhnya benih padi, gula berasal dari batang tebu atau madu dan sebagainya. selain itu Bija Niyama mengatur semua proses Pertumbuhan dan Perkembangan. pertumbuhan adalah proses bertambah besarnya organisme yang didalamnya terdapat proses pembakaran zat-zat makanan untuk menghasilkan energi. Perkembangan adalah proses reproduksi atau proses perbanyakan diri sebagai upaya mempertahankan kelangsungan generasinya, dengan membentuk spermatozoid dan ovum, penyerbukan, perkawinan dan peleburan untuk membentuk individu baru. reproduksi tergolong bija niyamadikarenakan terdapat proses genetika berupa pewarisan sifat-sifat keturunan. tumbuhan tidak memiliki citta maka tidak akan memiliki kamma.
3. KAMMA NIYAMA
Hukum alam mengenai sebab dan akibat perbuatan, kerja, usaha pada makhluk hidup kecuali tumbuhan, misalnya : perbuatan yang bermaksud bermanfaat (baik/membahagiakan) dan yang bermaksud merugikan (buruk) terhadap pihak lain, menghasilkan pula akibat baik maupun buruk. karma dilakukan melalui tiga saluran, yaitu: pikiran, perkataan dan badan jasmani berupa Kusala (baik) maupun Akusala (buruk). Tumbuhan tidak masuk dalam kamma niyama karena tumbuhan tidak memiliki pikiran, jadi tumbuhan tidak dapat mebuat kamma (perbuatan yang menjadi sebab)

4. CITTA NIYAMA
Hukum tertib jalannya alam pikiran atau hukum alam bathiniah, misalnya : proses kesadaran, timbul dan lenyapnya kesadaran, sifat-sifat kesadaran, kekuatan bathin dan sebagainya.
Telepati, kemampuan untuk mengingat hal-hal yang telah lampau, kemampuan untuk mengetahui hal-hal yang akan terjadi dalam jangka pendek atau jauh, kemampuan membaca pikiran orang lain, dan semua gejala bathiniah yang kini masih belum terpecahkan oleh ilmu pengetahuan modern termasuk dalam hukum terakhir ini.

5. DHAMMA NIYAMA
Hukum tertib terjadinya persamaan dari satu gejala yang khas yang tidak diatur oleh keempat hukum lainnya, misalnya : terjadinya keajaiban alam pada waktu seseorang Bodhisattva hendak mengakhiri hidupnya sebagai seorang calon Buddha, pada saat Ia akan terlahir untuk menjadi Buddha.
Hukum gaya berat (gravitasi) dan hukum alam sejenis lainnya, sebab-sebab dari keselarasan dan sebagainya, termasuk hukum ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar